Hoax, Dokter Palsu Sebarkan Virus AIDS di SDN Tondomulo

Hoax, Dokter Palsu Sebarkan Virus AIDS di  SDN Tondomulo

Kapolsek Kedungadem beserta SDN 2 Tondomulo

BOJONEGORO (SurabayaPost.id) - Beredar pesan (broadcast) melalui WhatsApp yang menginformasikan bahwa ada dokter palsu menyebarkan virus AIDS dengan cara mengambil sampel darah di salah satu SDN Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam pesan singkat tersebut bertuliskan :

"Waspadai utk para guru / Kepsek Assalamualaikum. Agar di waspadai ... Dan segera melaporkan jika ada mengaku dari fakultas kedokteran ingin mengukur gula darah atau pengambilan sample darah ... Gratis ... Segera tolak dan laporkan Waspada Dokter Palsu Harap kesediaan anda untuk bantu menangkap mereka dengan cepat jika Anda menemui orang-orang yang berkunjung di depan pintu Anda dan mereka mengatakan mereka berasal dari Fakultas Kedokteran untuk bantu mengukur gula darah secara gratis. Segera informasikan kepada polisi karena orang-orang itu adalah Orang yg ingin menghancurkan Indonesia. Mereka berkunjung Dari rumah ke rumah untuk menyebarkan virus AIDS melalui alat suntik yang mereka bawa. Kabar ini berkembang setelah warga pasuruan, jawa timur banyak yang terinfeksi virus AIDS setelah mendapat cek gula darah gratis yang mengaku dari Fakultas kedokteran. Hal yang serupa pun terjadi di daerah jogya yang ada beberapa orang yang diduga terinfeksi AIDS setelah melakukan suntik darah untuk tes gula darah yang sama dilakukan oleh yang mengaku berasal dari Fakultas Kedokteran. Laporan warga kepada kantor kepolisian pun makin marak. Masyarakat diminta untuk lebih waspada dan segera melapor kepada aparat polisi bila ada hal yang sama terjadi agar dapat ditangkap beserta barang bukti ... Hal tersebut sudah terbukti di SDN TONDOMULO Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, pada tanggal 6 Agustus 2018 pukul 09:00 WIB. Tetapi para guru curiga karena dia memaksa untuk mengambil darah, dengan alasan mengecek darah para murid- murid yang ada di Sekolahan tersebut. Jangan lupa segera minta KTP mereka dan laporkan secepatnya, agar tidak timbul korban lebih banyak lagi pada anak-anak kita (info dari istri Serda Made Ariawan anggota Latpur Dromulo)..." , sehingga para guru, masyarakat dan dinas kesehatan di wilayah Kecamatan Kedungadem sempat dibuat was- was.

Kepala Sekolah SDN Tondomulo ll saat dikonfirmasi melalui seluler menyampaikan bahwa di sekolahanya tidak ada kejadian tersebut, termasuk juga di SDN Tondomulo lainnya. Sehingga, bisa dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Saya sudah tanya ke Kepala Sekolah Tondomulo lainnya, mereka juga menyampaikan hal sama. Itu tidak benar," tutur Kepala Sekolah SDN 2 Tondomulo Priyanto Utomo.

Kapolsek Kedungadem menegaskan kepada masyarakat bahwa informasi yang beredar adalah berita bohong (HOAX). Pihaknya sudah mengkonfirmasi baik ke pihak Puskesmas maupun pihak sekolahan serta pihak pihak yang disebut dalam isi brondcast tersebut, dan semua menjawab tidak benar.

"Sudah kita cek ke semua pihak yang disebutkan disitu, dan semua tidak benar," jelas Kapolsek Kedungadem AKP Agus Elfauzi.

Pihaknya juga akan menelusuri darimana asal berita tersebut beredar. Sehingga Kepolisian bisa menindak tegas orang orang yang membuat warga masyarakat resah dengan beredarnya isue tersebut.

"Masyarakat agar tetap tenang, jangan panik. Kita akan telusuri siapa pembuat berita Hoax tersebut," ucap Kapolsek Kedungadem.

(ndo/Jun)

Dipost Oleh Junaidi

no bio

Post Terkait