Jamhadi : Blok ASEAN, Pasar Timur Tengah dan Afrika Sebagai Solusi

Jamhadi : Blok ASEAN, Pasar Timur Tengah dan Afrika Sebagai Solusi

Dr Ir Jamhadi, MBA (kanan) menerima piagam penghargaan dari Asia Global Council di Kuala Lumpur Malaysia

KUALA LUMPUR (SurabayaPost.id) - Pasar di Afrika dan Timur Tengah dinilai mampu menjadi solusi bagi Blok ASEAN. Hal ini disampaikan Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA.

Kiprah Jamhadi dalam menjalankan bisnis, baik di dalam maupun luar negeri, serta pandangannya itu membuatnya banyak diakui dunia internasional.

Tidak hanya itu, sumbangsihnya dalam dunia perekonomian Indonesia dan dunia khususnya Kota Surabaya membuat CEO PT Tata Bumi Raya ini diganjar dengan penghargaan internasional.

Penghargaan itu diterima Jamhadi dari Asia Global Council dalam kategori Asia Best Business Figure 2018, yang diterimanya di acara Asian Award 2018 (Government & Corporate) di Pullman Kuala Lumpur City Centre Hotel, pada 25 Mei 2018.

"Disitu kita menyampaikan pentingnya penguatan blok ekonomi ASEAN-USA termasuk negara mitra dagang Indonesia yang strategis seperti di Timur Tengah dan Afrika," kata Jamhadi kepada SurabayaPost.id menyampaikan pandangannya, Jumat (3/8/2018).

"Dan perdagangan kita surplus dari tahun ke tahun, dengan menduduki 10,91% porsi total ekspor Indonesia pada tahun 2018. Kita surplus 13 juta US dollar dari ekspor ke USA sebesar 2,83 miliar US dollar," lanjut Jamhadi.

Dijelaskan Jamhadi, pada tahun 2017, total ekspor Indonesia ke USA sebesar 2,3 miliar US dollar. Selain itu, hingga Februari tahun 2018, Indonesia ekspor ke Uni Europa sebesar 2,76 miliar US dollar atau 10,66% dari total ekspor Indonesia.

Tujuan ekspor lainnya ke Jepang sebesar 2,65 miliar US dollar atau 10,22% dari total ekspor Indonesia. Ke China sebesar 3,98 miliar US dollar atau 15,36 %. Ini terjadi peningkatan tajam karena tahun 2017 Indonesia ekspor ke China 1,6 miliar US dollar atau 9% saja.

"Jadi ada trend peningkatan. Indonesia punya unggulan ekspor komoditi karet, sawit, kakao, emas, kopi, furnitur, tekstil. Kita harus cari keseimbangan baru ke negara-negara lain yang mungkin bisa memberikan manfaat lebih bagi Indonesia," ungkapnya.

Caranya, antara lain fokus dagang dangan negara-negara yang ada FTA (Free Trade Agreement) atau Perjanjian Perdagangan Bebas.

"Atau negara-negara lain yang belum ada FTA, kita segera prospek. Dengan adanya kebijakan Pemerintah USA yang memberikan batasan tarif tinggi kepada negara-negara yang utamanya USA deficit seperti dengan China dan mungkin dengan Indonesia, maka pasar baru bagi Indonesia bisa digenjot ke Timur Tengah dan Afrika," jelasnya.

Dengan demikian, kata Jamhadi, Indonesia bisa mengurangi ketergantungn akan mata uang US dollar.

"Dengan ASEAN juga kita bisa fokus sekaligus bisa memperkuat blok ekonomi negara-negara ASEAN sekaligus bisa dilakukan pembayaran dengan lokal ASEAN currency. Ekspor kita ke ASEAN sangat besar, nilainya 5,64 miliar US dollar atau 21,74% dari total nilai ekspor Indonesia," katanya.

Jamhadi juga menyampaikan agar denga USA tetap harus menjalin hubungan baik. Sebab, banyak barisan produk Indonesia bisa diekspor ke Afrika dan Timur Tengah yang sejauh ini jadi mitra strategis Indonesia, bahkan KADIN Surabaya sudah menjalin kerjasama sister city dengan negara-negara di Timur Tengah.

"Sedangkan untuk case Jatim hingga akhir tahun 2017, ekspor surplus dengan ASEAN. Dan kita harus tetap jaga selalu memiliki hubungan baik dengan USA," tutup Jamhadi.

(Jun/rls)

Dipost Oleh Junaidi

no bio

Post Terkait